HUKUM

Putusan MK, Wartawan Tidak Dapat Langsung di Pidana atas Karya Jurnalistiknya

Suara Jabar News Com (Jakarta) – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa wartawan tidak dapat langsung dituntut pidana atas karya jurnalistiknya.

Putusan ini merupakan hasil uji materiil terhadap Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yang diajukan Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM).

MK menyatakan bahwa frasa “perlindungan hukum” dalam Pasal 8 UU Pers bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.

Penerapan sanksi pidana dan/atau perdata terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya secara sah hanya dapat dilakukan setelah mekanisme hak jawab, hak koreksi, serta dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik diproses melalui Dewan Pers dan tidak mencapai kesepakatan sebagai bagian dari prinsip restorative justice.

MK juga menekankan bahwa tindakan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik wajib mengedepankan mekanisme dan prinsip perlindungan terhadap pers.

Jika terjadi sengketa yang bersumber dari karya jurnalistik, maka penyelesaiannya harus mengedepankan mekanisme sebagaimana diatur dalam UU 40/1999 dengan pertimbangan Dewan Pers. (Benger)

BACA JUGA :   SENGKETA PERS DI ERA KUHAP BARU: UU PERS TETAP JADI "LEX SPESIALIS"

baca juga

Kasus Pemalsuan Dokumen IUP Naik Sidik, Ahli Hukum Pidana: Polisi Harus Segera Tetapkan Tersangka

Yeni

Mahfud MD, UHP Di Revisi, Karena KUHP Adalah Pelayan Masyarakat

Yeni

Voice Of The Voiceles dan Equality before the low. Integrasi Advokat dan Jurnalis dalam Paradigma Hukum Kontemporer

Yeni