DAERAH, Suara Jabar News – Di tengah harga pakan komersial yang naik-turun, ayam kampung unggul seperti KUB, Joper, Kuntara, dan Mardi jadi alternatif usaha yang makin diminati peternak.
Bedanya dengan ayam kampung biasa: pertumbuhannya lebih cepat tapi rasa daging tetap gurih. Panen cukup 2-3 bulan, telur juga lebih besar & bergizi tinggi.
Buktinya Herman Tasa alias Pangeran, peternak di Tapus, Padang Gelugur, Pasaman. Dari kandang 6×10 meter di belakang rumah, ia rutin panen puluhan ekor ayam siap potong + telur konsumsi tiap minggu.
Dulu ragu karena takut rasanya beda. Ternyata pasar suka. Teksturnya kenyal, nggak alot. Konsumen makin banyak,” ujar Herman, Jumat (5/6/2026).
Keuntungan utama versi Dinas Peternakan,
1. Pakan hemat : Bisa pakai dedak, jagung giling, sisa dapur. Biaya produksi turun 30-40%.
2. Harga stabil: Rp35.000-Rp45.000/ekor di peternak. Nggak sefluktuatif ayam broiler.
3. Daging sehat: Tren “organic/free-range” bikin permintaan naik, apalagi jelang hari raya & acara adat.
Tantangannya penyakit NCD/Tetelo & predator. Penyuluh sarankan jaga kebersihan kandang, vaksin tepat waktu, dan pakai bibit dari pembibit terpercaya. Kuncinya, kandang bersih + vaksin + bibit unggul = panen untung. (**)
