JAKARTA, Suara Jabar News. Com – Bundaran HI kembali jadi panggung suara mahasiswa. Sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai kampus se-Jabodetabek gelar aksi unjuk rasa, Jumat 12/6/2026. Aksi diprakarsai BEM UI.
Mereka datang bawa tuntutan ekonomi rakyat. Isu utama, tolak kenaikan harga BBM yang dinilai bikin beban hidup nambah, apalagi buat warga menengah ke bawah.
6 Tuntutan Inti Mahasiswa
Lewat pengeras suara, koordinator aksi sampaikan aspirasi damai dan konstitusional. Tuntutannya tidak cuma BBM.
1. Tolak kenaikan BBM – Nilai kenaikan berpotensi dorong harga semua barang naik.
2. Turunkan harga sembako – Harga kebutuhan pokok dan biaya hidup makin tinggi, daya beli melemah.
3. Bubarkan BGN – Mahasiswa soroti program Badan Gizi Nasional.
4. Evaluasi Koperasi Desa Merah Putih – Dinilai belum berpihak ke rakyat kecil.
5. Atasi rupiah melemah – Nilai tukar drop bikin harga impor ikut naik.
6. Kebijakan pro-rakyat – Mahasiswa minta pemerintah bikin kebijakan yang langsung di rasakan ke masyarakat bawah.
“Kenaikan BBM itu domino. Dari bensin, ongkos angkot, harga beras, semua ikut naik. Kami datang damai, minta pemerintah dengar,” kata koordinator aksi di atas mobil komando.
Pengamanan Ketat, Lalin Situasional
Polda Metro Jaya siagakan ribuan personel gabungan TNI-Polri di Bundaran HI, Patung Kuda, MH Thamrin. Tujuannya kawal aksi tetap tertib, cegah penyusup.
Rekayasa lalu lintas diberlakukan situasional. Jalan MH Thamrin – Sudirman sempat dialihkan. Polisi imbau warga pakai jalur alternatif biar nggak kejebak macet.
“Kami jamin aksi berjalan tertib. Aktivitas warga tetap normal. Ikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Budi Hermanto.
Suara Publik vs Kebijakan
Aksi ini jadi potret, mahasiswa pakai hak konstitusional buat sampaikan kritik kebijakan ekonomi. Dari BBM sampai sembako, semua nyambung ke isi dompet rakyat.
Pemerintah sendiri masih kaji opsi subsidi dan stabilisasi harga. Sementara mahasiswa minta langkah cepat sebelum daya beli makin tergerus. (By)
