DEPOK, Suara Jabar News Com – Kota Depok resmi memiliki panggung baru untuk mengenang dan melestarikan akar sejarahnya. Komunitas Kaoem Depok menggelar Festival Heritage Depok Lama di kawasan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (27–28 Juni 2026).
Ajang perdana ini bukan sekadar hiburan musiman. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kawasan Depok Lama menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di masa depan.
Menariknya, festival ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan 312 Tahun Sejarah Kaoem Depok.
Parade 12 Marga dan Simbol Toleransi
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanti, menyebutkan bahwa rangkaian acara dimulai dengan agenda sarapan pagi bersama Walikota Depok dan para tokoh masyarakat setempat.

“Di acara Heritage ini, tadi pagi Pak Walikota sarapan bersama tokoh masyarakat. Kemudian sorenya dilanjutkan dengan parade 12 marga orang Depok,” jelas Eko saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (27/6/2026).
Sebagai informasi, 12 marga asli Depok merupakan keturunan dari masyarakat binaan Cornelis Chastelein, tokoh pendiri cikal bakal Depok pada tahun 1696 silam. Nama-nama marga ini abadi dalam Prasasti Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), yaitu :
1. Bacas
2. Isakh
3. Jacob
4. Jonathans
5. Joseph
6. Laurens
7. Leanders
8. Loen
9. Samuel
10. Soedira
11. Tholense
12. Zadokh
Kolaborasi Pengelolaan Cagar Budaya
Eko menegaskan bahwa Depok Lama memiliki nilai historis, budaya, dan arsitektur kolonial yang sangat kuat. Karakteristik unik inilah yang membuat kawasan tersebut sangat layak dicanangkan sebagai destinasi wisata sejarah.
“Depok Lama ini memang akan dijadikan sebagai wilayah destinasi wisata, karena nuansanya penuh dengan keragaman,” ujarnya.
Terkait keberadaan Museum Cornelis Chastelein yang dikelola oleh YLCC, Eko menyambut baik bentuk kerja sama tersebut. Ia menilai, pelestarian sejarah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah.
“Aset di Depok bukan hanya dikelola oleh pemerintah, tetapi pihak yayasan juga bisa mengelolanya. Kolaborasi seperti ini sangat penting,” tambah Eko.
Selain mengangkat sisi sejarah, festival ini juga menjadi ruang gerak bagi para pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka. Acara ini sekaligus menjadi media edukasi dan pelestarian nilai toleransi yang telah tumbuh subur selama lebih dari tiga abad di bumi Depok.
Dipastikan Menjadi Agenda Tahunan
Melihat antusiasme masyarakat, Pemkot Depok memastikan Festival Heritage Depok Lama tidak akan berhenti di tahun ini saja, melainkan bakal naik kelas menjadi agenda rutin.
“Soal akan dijadikan kegiatan rutin tahunan, ya, kita akan selenggarakan setiap tahun acara Heritage ini,” tegas Eko.
Menurutnya, kegiatan berbasis budaya memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi kreatif daerah serta menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengenal sejarah Kota Depok lebih dalam.
Festival ini terpantau berlangsung meriah dan tertib di sepanjang Jalan Pemuda hingga Minggu, 28 Juni 2026.
( Benger )
