PERISTIWA

Menkopolhukan Ingatkan, Indonesia Bukan Transit dan Jalur Peredaran Narooba

DAERAH, Suara Jabar News.Com – Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan Indonesia bukan tempat transit dan jalur peredaran narkoba. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pemusnahan 1,3 ton ketamin:hasil pengungkapan kapal MV King Sun di Mako Kodaeral IV Batam, Rabu (12/8/2026).

Pemusnahan dilakukan dengan membakar barang bukti menggunakan 3 unit insinerator milik BNN RI dan BNN Kepulauan Riau.

Hasil Sinergi Lintas Lembaga.vMenko Polkam mengapresiasi kerja aparat gabungan yang menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini.
“Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Ini hadiah kita di HUT RI ke-81,” ujar Menko Djamari.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama TNI AL, BNN, Bareskrim Polri, BIN, BAIS TNI, Bea Cukai, Pusinteral, Pemda Kepri, Forkopimda, masyarakat maritim, pelaku usaha pelayaran, dan media.

“Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita,” tegasnya.

Kronologi Pengungkapan 1,3 Ton Ketamin

Kapal MV King Sun bersandar pada 6 Agustus 2026. Pemeriksaan awal dengan K9 dan alat deteksi sempat negatif. Petugas mencurigai adanya pengelabuan berupa ceceran kristal di sekitar kapal.

Pada 7 Agustus 2026, tim gabungan memperketat pemeriksaan. Melalui forensik digital, pemindaian sinar-X, penyelaman, analisis denah kapal, tes urine ABK, dan interogasi, petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus ketamin di bagian anjungan. Hasil lab memastikan total berat 1,3 ton.

BACA JUGA :   PR Pemerintah Presiden Baru 2024 - 2029, Terhadap Perlindungan TKW Yang Bekerja Di Luar Negeri

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut barang bukti diamankan oleh KRI Kerambit-627 Nilai ekonominya ditaksir Rp2,6 triliun.

Pengungkapan ini diperkirakan menyelamatkan 13 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan.

Pesan Tegas ke Jaringan Narkoba. Menko Polkam menilai pengungkapan jaringan lebih penting dari jumlah barang bukti.
“Beri pesan yang jelas, Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, dan penyaluran narkoba dan barang ilegal lainnya,” tegas Menko Djamari.

Ia mendorong penguatan pengawasan wilayah perairan, pertukaran informasi, serta kolaborasi berkelanjutan agar Indonesia tidak dimanfaatkan sebagai jalur distribusi narkotika lintas negara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, serta pejabat lintas instansi.

Seluruh ABK yang diduga terlibat kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan penyidikan dan pembongkaran jaringan.

(Sumber)

baca juga

Praktik Prostitusi dan “Jalur Kiri” Penginapan Marak di Apartemen Mares 3-5

Yeni

Wartawan Senior Salim Said Tokoh Pers Dan Perfileman Meninggal Dunia

Yeni

Bangli Sepanjang Pipa Gas jalan Juanda di Bongkar

Yeni