PARLEMEN

Hengky Ketua Komisi C DPRD Depok : ASN Itu Melayani, Bukan Ikut Bermain Politik Praktis

Suara Jabar News, Com (Depok) – Politikus Muda, ketua komisi C DPRD Depok dari Fraksi PKS, Hengky saat melakukan potchas “ngopi” ngobrol politik pagi. Menyikapi soal kenetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) khusus di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belum lama ini.

Hengky angkat bicara terkait oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok yang diduga melakukan diskriminasi kepada pembantu Posyandu, PKK dan pekerja Sosial. Dalam video Podcast nya “Ngopi” (Ngobrol Politik Pagi) Hengky mengaku geram dengan adannya peristiwa tersebut.

‎Menurut Hengky, Diri nya berkewajiban memberikan arahan dan masukan terkait peristiwa tersebut. Hengky menjelaskan, ASN adalah pejabat publik dan pelayan masyarakat dan bukan pembuat kebijakan.

‎” santer ditelinga saya ada sejumlah ASN yang melakukan diskriminasi atau meng skrining terhadap orang orang yang menjadi pembantu di posyandu katakanlah, di PKK terus di pekerja sosial. Ketika tidak berafiliasi kepada partai yang diharapkan maka orang orang ini diganti di babat abis,” ucap Hengky dalam video yang beredar luas di warga Depok.

‎Menurutnya, sambung Hengky, dirinnya berkewajiban memberikan arahan dan masukan terkait pristiwa tersebut. Hengky juga menjelaskan, ASN adalah pejabat publik dan pelayan masyarakat dan bukan pembuat kebijakan.

‎”ini menarik untuk kita bahas dan petik hikmahnya. Ingat ! , dalam fungsi pengawasannya sayapun merasa berkewajiban memberikan arahan dan masukan. ASN itu pejabat publik loh, ASN itu pelayan masyarakat, bukan makingapolosi atau pembuat kebijakan. Pembuat kebijakan itu Presiden, Menteri, Gubernur dan Kepala Daerah,” sambungnya.

BACA JUGA :   Anggota DPRD Kabupaten Bogor Periode 2024-2029, Ada 28 Wajah Baru

‎Ia juga mempertanyakan sikap oknum ASN yang dinilai melakukan sikap arogan tersebut atas perintah siapa ?. Hengky menyebut pristiwa tersebut adalah sebuah kesalahan.

‎” saya tanya balik, apakah yang anda lakukan ini atas perintah pak Walikota dan Wakil Walikota ? Jika memang demikian berarti ada satu kesalahan atau kekeliruan. Kalau pak Walikota dan pak Wakil Walikota tidak memerintahkan tapi kalian (ASN -red) melakukan berarti kalian terlalu caper terlalu mencari muka untuk menunjukan prestasi atau kinerja anda. Padahal kinerja anda sebagai ASN atau birokrat melayani masyarakat apalagi di Kelurahan. Kelurahan itu vital ujung tombak semua permasalahan ada disitu. Dari orang lahir sampai meninggal diurusin di Kelurahan,” terangnya.

‎Hengky juga menegaskan, untuk ASN di Kota Depok entah siapapun itu jangan pernah melakukan tindakan fulgar atau Cawe -cawe politik. Melayani masyarakat kerja dengan baik penduduk akan mengapresiasi kinerja ASN.

‎”anda ini birokrat, jadi saran saya buat siapapun anda siapapun kalian yang menjadi ASN Birokrat di Kota Depok saya kira jangan terlalu fulgar anda melakukan Cawe-cawe politik. Bekerja dengan ikhlas dengan tulus melayani masyarakat Insyaallah penduduk bumi dan penduduk langit akan menghargai kinerja anda,” pungkasnya. (ben)

baca juga

HUT ke-27 DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari Ajak Seluruh Fraksi Kawal Aspirasi Warga dengan Integritas

Yeni

Prof Sufmi Dasco Ahmad: Politikus Senyap Pemersatu Stabilitas Politik Nasional

Yeni

Legislator PKS Depok Minta Pemkot Tahan ‘Syahwat’ Infrastruktur, Soroti Utang Rp414 Miliar dan BTT Rp35 Miliar

Yeni