PENDIDIKAN

Mengubah Bencana Menjadi Berkah, Mahasiswa Uper Sulap Lumpur Lapindo Jadi Solusi Air Bersih

Suara Jabar News, Com (Jakarta),- Selama bertahun-tahun, lumpur Lapindo di Sidoarjo selalu identik dengan bencana dan masalah lingkungan. Namun, kini ada kabar baik yang datang dari para mahasiswa Universitas Pertamina (Uper). Mereka berhasil mengubah limbah berbahaya ini menjadi solusi air bersih yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Dengan inovasi yang diberi nama Lambo Jernih, tim mahasiswa ini mengembangkan purwarupa filter air yang mampu menyaring logam berat berbahaya. Berbeda dengan teknologi konvensional, filter ini memanfaatkan lumpur Lapindo yang sudah diolah dan bekerja tanpa listrik. Seperti apa detail dari inovasi ini 

Porong, Sidoarjo. Nama yang tak asing lagi bagi kita, identik dengan bencana lumpur yang telah berlangsung hampir dua dekade. Jutaan meter kubik lumpur tak hanya menenggelamkan permukiman, tetapi juga meninggalkan masalah lingkungan serius, salah satunya adalah pencemaran air. Data menunjukkan, sebagian besar air tanah di Sidoarjo kini mengandung logam berat berbahaya seperti besi dan mangan yang melebihi batas aman.

Namun, di tengah tantangan itu, muncullah harapan baru. Dari ruang-ruang riset Universitas Pertamina, sekelompok mahasiswa mengubah perspektif kita. Mereka berhasil menyulap lumpur Lapindo yang dianggap sebagai limbah, menjadi berkah. Mahasiswa ini menginovasi purwarupa filter air bernama ” Lambo Jernih”.

Afrizal, salah satu inovator, apa yang membuat Anda dan tim terpikir untuk menggunakan lumpur Lapindo sebagai bahan utama

M. Afrizal Ichwanul Ulum Sejak bencana Lapindo, jutaan meter kubik material lumpur ini tersisa dan belum dimanfaatkan secara optimal. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini memiliki potensi luar biasa sebagai media penyaring air dan logam berat. Ini adalah solusi dua masalah sekaligus: memanfaatkan limbah dan menyediakan air bersih, kata belum lama ini.

BACA JUGA :   Hapus Tabu: Mahasiswi Uper Berinisiatif Perangi Period Poverty

Masih kata Afrizal bahwa Lambo Jernih dirancang tanpa listrik dan tanpa bahan kimia tambahan. Lumpur Lapindo kami olah melalui aktivasi kimia dan pemanasan suhu tinggi, membuatnya efektif menyerap zat pencemar. Hasil uji lab menunjukkan filter ini mampu mengurangi kandungan besi dan mangan secara signifikan Ujarnya 

Inovasi ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sangat terjangkau. Dengan biaya produksi sekitar Rp687.500 per unit dan perawatan yang minimal, teknologi ini menjadi solusi yang realistis untuk masyarakat luas imbuhnya 

Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Rektor Universitas Pertamina mengatakan, inovasi ini sejalan dengan komitmen kampus dalam bidang keberlanjutan terangnya 

SementaraKadir, M.S., IPU, kami bangga dengan capaian mahasiswa kami.  Sebab, novasi Lambo Jernih ini merupakan bukti nyata bagaimana pendidikan berkelanjutan di UPER bisa diterjemahkan menjadi solusi konkret untuk masyarakat.

Ini adalah langkah besar dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi kilahnya 

Dengan target awal 250 pengguna di Sidoarjo, Lambo Jernih diharapkan dapat menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat akan kualitas air. Ini bukan hanya soal teknologi, ini adalah kisah tentang bagaimana kreativitas dan inovasi mampu mengubah bencana menjadi harapan. (By)

baca juga

Universitad Pertamina Kembangkan Teknologi “Centre Radial Detection pada Proses Layer-Based Filter Data Seismik”

Yeni

Hari Pramuka ke-62, Membangun Karakter Yang Berwawasan Kebangsaan

Yeni

Sekdis Sutarno : LLP SD & SMP Kota Depok Ajang Salurkan Bakat Siswa

Yeni