PERISTIWA

22 Hari Menangis di Bawah Tenda : Mengapa Aceh Belum Menjadi Bencana Nasional

Suara Jabar News, Com (Jakarta) – Selama 22 hari hidup di bawah tenda darurat dengan situasi pemandangan yang memilukan, memberikan gambaran yang sangat nyata tentang penderitaan fisik dan mental yang dialami oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan bayi di Aceh.

Menetapkan sebuah peristiwa sebagai Bencana Nasional bukan sekadar masalah administrasi, itu adalah kunci untuk membuka pintu bantuan yang lebih luas, sumber daya yang lebih besar, dan perhatian internasional yang lebih terfokus.

Semua bisa menyesuaikannya untuk platform media sosial yang berbeda, seperti membuat utas di X atau video pendek di TikTok, agar tekanan publik untuk penetapan status bencana nasional di Sumatera khususnya di aceh semakin kuat.

Verifikasi kebutuhan mendesak, untuk membantu organisasi kemanusiaan, yang memiliki informasi spesifik mengenai titik lokasi yang paling membutuhkan bantuan darurat (seperti susu bayi, kelambu, atau obat-obatan).

Selain menandai akun internasional di tagar, kita bisa menyusun daftar lembaga bantuan domestik yang sedang membuka penggalangan dana khusus untuk krisis bencana banjir dan longsor di Sumatera yang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan ini. (red -)

BACA JUGA :   Di Kota Depok, Menkes Bilang Penyebaran Omricon Sangat Cepat Jangan Panik

baca juga

OTT Noel: Diduga Cacat Prosedur Aroma, Ada Konspirasi Politik

Yeni

Ribuan Masa Buruh Bakal Kepung Gedung DPR dan Istana

Yeni

Cikande, Serang Daerah Terpapar Radiasi CS – 137, Udang Ekspor Terkontaminasi

Yeni