OPINI

Jacob Ereste: “Pemerintah Tak Boleh Abaikan Suara Rakyat”

Suara Jabar News. Com – Kritik itu sehat, bukan ancaman. Jacob bilang pemerintah wajib terbuka pada kritik. Dia pakai contoh Umar bin Khattab yang mau menerima koreksi rakyat. Pemimpin bijak nggak boleh alergi kritik, meski disampaikan keras. Kritik = bentuk pengawasan dan partisipasi publik.

Fenomena “No Viral No Justice “.

Banyak suara rakyat diabaikan, akhirnya orang terpaksa bersuara keras biar didengar. Ini tanda sistem komunikasi pemerintah dengan publik masih bermasalah.

Sorotan pada beban ekonomi rakyat.

Jacob kritik banyaknya pungutan dan biaya administrasi yang bikin rakyat makin berat. Pemerintah diminta lebih peka sama kondisi sosial-ekonomi biar nggak muncul kekecewaan publik.

Penegakan hukum masih tebang pilih.

Menurutnya, ketidakadilan hukum memicu frustrasi sosial dan bikin kepercayaan ke institusi negara turun. Dia dorong reformasi Polri dan institusi hukum biar lebih adil, transparan, profesional.

Solusinya, buka ruang dialog.

Jacob tutup dengan harapan pemerintah mau buka ruang dialog dan jadikan kritik sebagai bahan evaluasi. Tujuannya: pemerintahan yang lebih baik dan berpihak ke rakyat. (**)

BACA JUGA :   Guru Menggenggam Cita-cita sebuah Bangsa

baca juga

Tailing Tambang Freeport, Bakal Jadi Bencana Ekosistim di Pusat Paru-Paru Bumi

Yeni

Ketika Wartawan Dibungkam = Demokrasi Mati

Yeni

Visi Korupsinikus di Tahun Pemilu Berlalu : Janji Tinggal Janji, dan Janji Lagi

Yeni