DEPOK, Suara Jabar News. Com — Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan dan iklim investasi di Kota Depok. Ia meminta Kadin Kota Depok menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha agar pengusaha lokal tidak hanya jadi penonton di daerahnya sendiri.
Pernyataan itu disampaikan Ade saat menghadiri Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Kota Depok di Hotel Margo City, Jln, Margonda Raya, Kamis (20/8/2026).
Butuh Wadah Bersama dan SDM Lokal Siap Kerja. Menurut Ade, pertumbuhan ekonomi daerah harus dibarengi dengan penyediaan wadah bersama bagi pelaku usaha dan kesiapan SDM lokal untuk memenuhi kebutuhan industri.
“Pada intinya kita support kalau itu jadi gedung bersama untuk meningkatkan ekosistem kewirausahaan, ekosistem pengusaha, sehingga pengusaha Kota Depok bisa punya wadah yang satu,” ujar Ade.
Ia juga menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi dan penghapusan hambatan investasi. Namun kemudahan itu harus dibarengi dengan penyiapan tenaga kerja.
“Dari mulai regulasi dipermudah, hambatan-hambatan investasi dihilangkan, kemudian juga SDM untuk mendukung industri tersebut kerja sama dengan kampus, dengan SMK, sehingga tenaga-tenaga kerjanya full sebagian besarnya dari warga Kota Depok juga,” jelasnya.
UMKM Sampai Perusahaan Besar Harus Dapat Ruang. Ade meminta Kadin tidak hanya fokus pada pengusaha besar. Pelaku usaha mikro, kecil, menengah hingga besar harus mendapat kesempatan sama untuk naik kelas.
“Semua diampu, jadi masing-masing mendapat kesempatan untuk bertumbuh, membesar, beroperasi di skala yang lebih besar. Kita ingin ke depan banyak pengangguran yang terentaskan oleh Kadin Kota Depok, banyak pengusaha mikro yang naik jadi pengusaha kecil, kecil jadi menengah dan besar,” ungkapnya.
Potensi Kuliner Harus Dinikmati Pengusaha Depok.Ade menyoroti besarnya potensi ekonomi Depok, khususnya sektor makanan dan minuman.
“Pengeluaran makanan dan minuman saja itu hampir Rp2,7 triliun setiap tahunnya. Kalau misal itu masuk lagi ke pengusaha Kota Depok itu luar biasa. Kita pengin pengusaha Depok jadi tuan rumah di kampungnya sendiri,” tegas Ade.
Ia menilai jika ekosistem usaha dibangun inklusif, maka manfaatnya akan kembali ke masyarakat berupa lapangan kerja dan ke pemerintah kota melalui pajak restoran serta PAD.
“Pastinya akan kembali juga keberuntungannya ke pemerintah kota, ke Kota Depok, baik dari pajak restoran dan pajak lain-lainnya, ataupun juga penyerapan tenaga kerja,” pungkas Ade.
Dengan sinergi pemerintah, Kadin, dunia pendidikan, dan pelaku usaha, Ade berharap pertumbuhan ekonomi Depok tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengangkat kelas pengusaha lokal. (Ben)
