PERISTIWA

Fenomena Angin Kencang, Banyak Pohon Yang Tumbang

BOGOR, SJNews.com, -Fenomena angin kencang menerjang pemukiman warga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Fenomena ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tidak terlalu deras namun angin kencang menerjang beberapa fasilitas umum dan rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan fenomena angin kencang yang terjadi di 11 kecamatan pada Kamis (9/2/2023) siang, menyebabkan lima pohon tumbang hingga sejumlah bangunan terdampak.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin menerangkan bahwa angin kencang menerjang 16 lokasi di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

12 kecamatan tersebut, yaitu Jasinga, Parung, Jonggol, Tajurhalang, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Babakan Madang, Citeureup, Rumpin, Sukamakmur dan Bojonggede.

“Beberapa yang terdampak ada bangunan rumah, aula kantor desa rusak terdampak angin kencang, lima pohon tumbang dan ada yang menimpa pengendara,” ucap Jalaludin.

Akibat peristiwa angin kencang, kata imbuh dia, dua orang pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Jonggol, Bogor.

BACA JUGA :   Dugaan Korupsi Program Jaklingko - Transjakarta

Lebih jauh Jalaludin jelaskan dua orang korban mengalami luka-luka. Satu korban bahkan pingsan sehingga langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi.

“Satu orang pingsan mengalami luka atas nama Sukardi telah dibawa ke RSUD Cileungsi dan satu orang lagi langsung lanjut jalan karena hanya mengalami luka ringan di tangan,” kata Jalal.

Dia ungkapkan situasi saat ini pohon tumbang telah selesai dievakuasi oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas PUPR Kabupaten Bogor dan dibantu masyarakat. Kini, Jalan Transyogi tersebut sudah dapat dilewati kembali kendaraan.

“Angin kencang ini mengakibatkan pohon berjenis trembesi tumbang menimpa pengendara motor dan menghalangi jalan provinsi, Transyogi Pasar Jonggol,” tuturnya.

.(Yn)

baca juga

Langgar K3, PPL SMPN 25 Abaikan Keselamatan Pekerja Demi Keuntungan

Yeni

22 Hari Menangis di Bawah Tenda : Mengapa Aceh Belum Menjadi Bencana Nasional

Yeni

Pencatut Nama Organisasi PPWI Minta Maaf

Yeni