PERISTIWA

Langgar K3, PPL SMPN 25 Abaikan Keselamatan Pekerja Demi Keuntungan

Suara Jabar News, Com (Depok) – Proyek Pembangunan Penata Lingkungan (PPL) SMPN 25 Kota Depok abaikan keselamatan pekerja, dengan para pekerja tidak menggunakan APD yang memadai.

Pantauan wartawan di SMPN 25 sangat memperlihatkan betapa parahnya kondisi di lokasi proyek. Para pekerja tampak bekerja tanpa menggunakan Helm Safety atau perlengkapan keselamatan lainnya, sebuah situasi yang sangat membahayakan nyawa mereka.

Menurut Soleh Ketua LSM GPKN Keselamatan pekerja seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan, namun kenyataan yang terjadi dilapangan Pembangunan Penata lingkungan SMPN 25 Kota Depok, ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 9,7 miliar, namun dengan anggaran sebesar itu, tampaknya kontraktor lebih mementingkan keuntungan dari pada keselamatan kesehatan kerja (K3). Padahal, K3 printing dalam setiap proyek konstruksi, tidak hanya untuk melindungi para pekerja dari potensi bahaya, tetapi juga untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja yang bisa berakibat fatal.

Masih kata Soleh, apakah nyawa pekerja benar-benar kurang berharga dibandingkan keuntungan proyek? ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak kontraktor yang mengabaikan K3.

BACA JUGA :   Irfan Kades Susukan, Bojong Gede, Tinjau Tumpukan Sampah di Kali Pesanggrahan

hal ini mencerminkan ketidak pedulian yang mencolok dari pihak kontraktor terhadap keselamatan para pekerja yang seharusnya dilindungi.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum memberikan tanggapan terkait ini, meskipun pihak Media Channel 98 News telah berusaha menghubungi.Ketidak pedulian ini bukan hanya sebuah pelanggaran, tetapi juga sebuah tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga keselamatan para pekerja. (By)

baca juga

Akibat Hujan Lebat 1 Jam dan Air Meluap, Jalan Margonda Macet Parah

Yeni

Gawat ! Ombudsman Temukan 10 Kamar Mewah “Standar Apartemen” dan Miras di Dalam Lapas Cibinong, Sidak Justru Dihalang-halangi Petugas

Yeni

Acara Toleransi Umat Beragama Tapi Protokoler Walikota Depok Tidak Toleran

Yeni