SERBA - SERBI

Adat Istiadat Urang Sunda Yang Beragam

SUARA JABAR NEW. COM , – Adat istiadat urang  Sunda banyak di temui di Jawa Barat perkotaan hingga ke pedesaan, tradisi berbasis kearifan lokal dan ragam budaya Sunda seperti seren taun,  nyekar dan lainnya.

Sebuah artikel menarik yang dia ting dari https://kearifanlokal.com/ragam-tradisi-suku-sunda/ berisi pengetahuan macam – macam tradisi suku  Sunda dan makna yang terkandung di dalam nya.

  1. Nyekar

Ziarah ke makam di bulan tertentu atau tradisi tahunan seperti  nyekar ini mungkin sudah tidak seperti dulu lagi, karena satu dan lain hal.

Makna dari tradisi  nyekar ini, selain berdoa bersama keluarga di pemakaman orang terdekat atau bagian dari keluarga, ziarah menabur bunga dan membersihkan area pemakaman rutin dilakukan setiap tahun menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.

2. Seren Taun

Seren Taun  merupakan tradisi tahunan saat panen padi berbentuk upacara adat, dapat dilihat di desa Cigugur, Kecamatan Cigugur Kuningan Jawa Barat.

Tradisi ini biasa dilakukan masyarakat Sunda Wiwitan atau  Sunda Asal, sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Dewi Asri atau Nyai Pohaci yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah selama sepanjang tahun.

3. Tingkeban

Tradisi unik Nujuh bulanan ini merupakan adat kebiasaan masyarakat Sunda yang dilaksanakan bagi wanita hamil ketika kehamilannya sudah menginjak tujuh bulan. 

Tingkeban  bertujuan memohon berkah dari Tuhan demi keselamatan calon ibu dan anaknya.

  1. Ngaruwat Bumi

Ruwat atau rawat (merawat) artinya mengumpulkan atau memelihara.

Tradisi ini masih bisa dijumpai di kampung Banceuy.
Ngaruwat Bumi bermakna mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dan seluruh hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi atau matang.

BACA JUGA :   Buku Bambang Soesatyo “Dari Wartawan ke Senayan"

Biasanya Ruwatan Bumi Kampung Banceuy dilaksanakan pada hari Rabu akhir bulan Rayagung atau bulan Dzulhijah menjelang dan menyambut tahun baru Islam.

  1. Sungkeman

Dalam acara pernikahan adat Sunda yang terdiri dari sungkeman, huap lingkung, meleum harupat, ngalengkahan parupuyan, buka panto, ngaleupaskeun japati sajodo, meupeus kendi, dan saweran.

Pada sesi  Sungkeman, posisi kedua orangtua para mempelai sudah di tempatnya masing-masing, Kedua mempelai disilahkan untuk sembah sungkem kepada kedua orang tua wanita terlebih dahulu.

  1. Pesta Laut

Tradisi Pesta Laut bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah didapat dari laut seperti tangkapan ikan atau doa keselamatan melaut. Pesta laut memiliki beberapa nama untuk sebutan, ada yang menamainya dengan Nadran, larungan dan sedekah laut.

Ritual ungkapan syukur para nelayan kepada Tuhan ini melalui upacara menghanyutkan kepala kerbau dan sesajen lainnya ke laut, dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat di sekitar pesisir pantai, bisa dijumpai di desa Mertasinga, Kabupaten Cirebon.

  1. Ngadulag

Kebiasan yang hampir sama di lakukan di berbagai daerah pada malam menjelang perayaan hari raya keagamaan dsb.

Irang Sunda menyebutnya Ngadulag yang memiliki arti memukul bedug, ini dilakukan saat malam takbiran oleh anak kecil sampai remaja berkeliling kampung.

  1. Nganteuran

Nganteuran biasanya dilakukan pasca hari raya Idul Fitri, sambil bersilaturahmi mereka membawa makanan kepada tetangga terdekat. Orang yang lebih muda akan datang ke rumah orang yang lebih tua sembari bersalam-salaman.

Tradisi ini dilakukan dengan saling bertukar makanan menggunakan sebuah rantang yang berisi makanan khas hari raya ke agamaan. . (**).

baca juga

Dunia Hiburan Tanah Air
Berduka, Yon Koeswoyo Personel Koes Bersaudara, Koes Plus Meninggal Dunia

Yeni

Festival Lomba Melukis Payung Geulis Capai Rekor Muri

Yeni

Yurike Sanger, Mantan Istri Presiden Soekarno Meninggal Dunia

Yeni