PERISTIWA

Modus Penipuan Catut Nama Pejabat, Hati hati No, Hp Anda Diretas orang Jahat Mengajak Bisnis

DEPOK, SJNews.com,- Modus penipuan berkedok menjajakan bisnis melalui telepon dengan mencatut menggunakan nama pejabat publik terjadi lagi,

Kali ini korbannya berinisial BG yang ditelepon oleh seseorang mengaku ES dari F-P, Demokrat kota Depok.

Terjadi penipuan melalui telepon berawal korban BG sedang duduk ngopi di warung menunggu teman di Jalan Merdeka mendapat telepon dari Nomor Hp 0812 – 1318 – 8674 atas nama ES gadungan, Rabu (14/2/2023) pukul 10.30 wib.

foto profil anggota dari salah satu anggota DPRD kota Depok.yang mirip disamakan, namun nomor berbeda

Ada yang menelpon dan tampak gambar foto profil Hp Edi Sitorus anggota DPRD kota Depok langsung mengangkatnya, “benny, Apa Kabarnya, ….baik
balasnya..ada apa bang ..ada yang bisa saya bantu, menjawab si penelepon.

Kemudian si ES gadungan ini menulis di wa, “save no saya ini Ben, lagi di mana, sibuk nggak, Jawab BG, “gak”

Sipenelepon ES gadungan, ” bisa ku telepon bertanya, bisa sahut BG”.

contoh barang yang dijajakan pelaku terhadap korban sejenis kamera.

Si ES gadungan inipun langsung telepon BG melalui Vidio call, terlihat wajah ES asli anggota DPRD Depok sedang tertawa.

Si ES gadungan mengajak BG bisnis camera merek canon, melalui WA nya, dia mengajari serta mengatakan agar mem buka harga 4 juta an, harga net nya 3 jt 500.

Si ES gadungan meyakini BG, sudah ada pembeli namanya chandra, ” Klw pak chandra itu mau beli dengan harga 3 jt 500, kan lumayan keuntungan per unitnya tu, Karena kan harga dari gudang 2 jt 500, paham kan Ben, pak chandra katanya mau langsung telp tu ben. sy kirim nomor benny yah ke pak chandra.

Terlihat ada nomor panggilan biasa tidak terjawab, nomor 08559209xxxx, kemudian BG langsung kontek dan tersambung. ada wa nya nomor 0813- 2950-xxxx, pak chandra yah. Iya saya pak chandra”, sahutnya.

Si ES gadungan menyampaikan ke BG soal harga camera nya seharga 3 JT 500.

Saat di hubungi, chandra menawar harga, “gak bisa kurang, kan saya jual lagi,” tawar chandra.

Tunggu pak jawab BG, saya tanyakan dulu ke ES gadungan dan menjawab,” 3 jt 500 itu sudah harga net, nantipun pak chandra tahu soal saat pembayarannya dan dia akan bayar dua tahap, pertama bayar uang muka dulu, setelah itu di lunasi, nanti pak chandra minta norek, saya akan kasih norek bendahara Bank BRI, 4799-0101-8118-507 atas nama SHINTA RAHAYU kata ES gadungan. menyuruh BG mengirim ke chandra.

b ukti wa pelaku

Obrolan via telepon pun berlangsung, terjadi tawar menawar harga, bak orang bisnis, akhirnya pak chandra sepakat dengan harga segitu, langsung memesan 60 unit camera merek canon.

Dan chandra meminta norek, dan BG pun mengirimkan norek yang dikirim ES gadungan ke chandra, atas nama bendahara ES gadungan, Bank BRI, 4799-0101-8118-507 atas nama SHINTA RAHAYU.
tak berapa lama ES gadungan ini sampaikan bahwa dia sudah mengecek ada uang masuk 100.002.500. ” tolong kirim struk bukti transfer uangnya dari pak Chandra”, pinta ES gadungan ini.

BG pun meminta struk transfer pengiriman dari chandra

ES gadungan berskenario lagi dengan menelepon BG, mana struk bukti pengiriman uang dari pak chandra, tolong segera dikirimkan kepada saya,

BG mendapat kiriman wa bekas struk transeferan dan mengirimnya ke ES gadungan.

” Pak benny, saya sudah menyuruh orang saya mengambil barangnya yah, ciri – ciri orang yang akan mengambil barang pake mobil Pajero putih, telepon dari chandra.

” Kardusnya jangan sampe lecet yah, kalau udah beres saya akan lunasi pembayaran semuanya “.

BACA JUGA :   Lagi Modus Penipuan, Pesan WA Berisi Link Palsu SATUSEHAT Mobile

Tak lama kemudian, ES gadungan ini telepon lagi, ” tolong bilang sama pak chandra sedang dibuatkan surat jalan, kirim aja dulu norek pak benny ke pak chandra supaya di bayar lunas, karena pak chandra mau transfer uang pelunasannya.

Masih kata ES gadungan, nanti sisanya uang dari 50 jt, kita bagi dua aja, untuk pak Benny 30 jt dan sisa 20 jt untuk saya, sebutnya menjanjikan BG.

Tak berapa detik, Chandra bertelepon lagi, bagaimana pak benny udah jadi surat jalannya, kalau sudah jadi surat jalan tolong kirim nomor rekeningnya untuk pelunasan.

Chandra terus menelepon menekan BG, udah beres apa belum surat jalannya, saya kasih waktu 5 menit,

Chandra sempat meng uktimatum BG, pak Benny, kita kerja profesional yah, ucapnya deengan nada suara marah.

BG merasa ada penekanan langsung telepon ES gadungan, “, pak saya di tanyakan terus oleh pak Chandra soal surat jalan, bagaimana ini.

ES gadungan beralasan ada kekurangan uang untuk pembuatan surat jalan, butuh uang sebanyak 22 jt, tolong pak benny bantu dulu transferan uang ke norek bu Shinta Rahayu bendahara saya yah, di tunggu, ucapnya mengakali korban.

Ucapan ES gadungan ini membuat BG mencoba berusaha pinjam uang ke adik maupun saudaranya, namun pinjaman nya tidak dapat.

ES gadungan terus memaksa BG untuk segera mengirimkan sejumlah uang untuk kekurangan surat jalan.

” cepatlah pak benny, tolong bantu kirim uang, saya sudah dapat separuh dari 22 jt, pak benny separuhnya aja banty, kalau gak ada uang, gadaikan saja barang yang cepat jadi uang, katanya memelas.

BG tak menyanggupi permintaan ES gadungan ini. “saya menyerah pak, gak ada yang mau ngasih pinjam uang dengan waktu yang secepat itu, kalau sehari, dua hari mungkin masih bisa dapat pinjaman, “.

ES gadungan ini terus mengancam BG, ” saya akan ambil uang pak chandra, …. nanti urusan uang pak chandra pak Benny saja yang menghadapi, karena pak Benny lah yang menyerahkan norek bu Shinta Rahayu, temuin aja pak Chandra, selesaikan urusan kalian, jangan bawa aku ya, kalo ada masalah apapun.

Chandra juga mengancam BG, ” 10 menit w tunggu kalau tidak ada kabar juga, jangan salahkan w ambil tindakan !, Ini w sudah kantongi semua identitas, itu w sudah transfer tidak sedikit y “. tulIs Chandra di wa nya di tujukan ke BG.

Merasa dirinya di jebak, BG pun menantang mereka berdua ES gadungan dan Chandra dan mengahak bertemu, kalau kalian gak bertemu saya akan laporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian yang bersangkutan, karena di duga kuat mereka berdua telah melakukan praktik penipuan berencana dengan modus mencatut nama pejabat anggota DPRD kota Depok berkedok mengajak korban berbisnis camera

Setelah itu, BG bergegas mencari anggota dewan a/n ES ke DPRD Depok iingin meminta tolong keberadaan ES asli ke humas DPRD kota Depok sekaligus menyamakan, apakah nomor hp ES gadungan sama dengan no hp ES asli, setelah di cek ternyata berbeda.

BG mencoba telepon ke nomor ES anggota DPRD kota Depok, dengan no, 0811- 999X-XXX tapi tak di angkat juga, terlihat di wa masih cek lis satu.

Kemudian BG mengecek kedua nomor telepon ES gadungan bersama nomor telepon Chandra. Saat di cek di aplikasi gate kontek di ES gadungan tak bisa di lacak karena sudah diseting, sedangkan nomor Chandra tertulis ” di pak Made, disimpang Ina”.

Berita ini diturunkan masih dalam investigasi tim, mencari keberadaan kedua penjahat musiman, yang meresahkan warga masyarakat. (tim)

baca juga

BPN Kota Bekasi Di Ultimatum Warga Jatikarya Persulit Konsinyasi Tanah Bakal Dilaporkan Ke Polisi

Yeni

Mobil Tangki Air Tunas Mekar Nyebur Ke Kali Ijo

Yeni

Proyek Pengadaan Smart Board Senilai 35 M di Disdik Kota Depok di Sorot Publik

Yeni