Suara JABAR News.com,- Utamakan menjaga kesehatan dan badan tetap bugar.
Isu stunting masih menjadi hal serius, Asupan nutrisi yang kurang pada anak merupakan salah satu faktor penyebabnya.
Pemenuhan protein pada anak tidak harus mahal, dapat dengan mengkonsumsi ikan yang menjadi salah satu komoditas terbesar di Indonesia.
Pemilihan ikan sarden segar adalah salah satu hal yang tepat, sebab unsur gizi dari ikan sarden segar, diantaranya protein, vitamin D, B3, B12, mineral Kalsium dan Fosfor, serta asam lemak DHA, Omega 3 dan 6.
Cara penyajiannya pun bisa beragam tergantung dari selera yang berbeda dari masing-masing orang.
Hal ini pula kita berkontribusi dan mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digalakkan pemerintah untuk pemenuhan gizi memerangi ancaman generasi stunting di Indonesia.
Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional masih menunjukkan tantangan yang nyata. Untuk itu, angka AKI nasional ditargetkan meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, target AKI Nasional 2022 adalah 59,53 kg/kapita/tahun dan ditargetkan meningkat menjadi 62,5 kg/kapita/tahun pada 2024.
Selaras dengan hal ini, pemerintah terus menggelorakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk membangun kesadaran gizi masyarakat dengan meningkatkan konsumsi ikan.
Ikan, termasuk ikan sarden, sebagai salah satu pangan bergizi yang mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan dan kecerdasan serta pemenuhan kebutuhan gizi.
Sarden merupakan sumber protein yang juga mengandung kebaikan vitamin D yang berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan pembentukan tulang.
Selain itu juga mengandung vitamin B3, B12 mineral Kalsium dan Fosfor, serta asam lemak DHA, Omega 3 dan 6. Vitamin B12 turut berperan dalam pembentukan sel darah merah untuk mencegah anemia.
Berbagai penelitian membuktikan konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil berpengaruh pada pencegahan stunting hingga berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan saraf otak janin dan anak.
Selain itu, kebiasaan konsumsi ikan yang cukup setiap hari turut mencegah penyakit jantung koroner, yang kejadiannya selama dekade terakhir meningkat di Indonesia. (**).
