HUKUM

Korupsi 285 triliun Minyak Mentah di Pertamina, Istri Siri Riza Chalid Ikut Terseret, Aset Mewah Terancam di Sita

Suara Jabar News Com, (Bogor) – Kasus korupsi yang mengguncang Pertamina semakin melebar. Setelah Riza Chalid, kini giliran sosok di baliknya yang terkuak. Siapa dia. Dan apa hubungannya dengan tumpukan aset mewah yang kini jadi sorotan

Kasus korupsi minyak mentah PT Pertamina yang menyeret nama Mohammad Riza Chalid memasuki babak baru yang semakin mengejutkan. Kejaksaan Agung kini tidak hanya fokus pada aset-aset Riza Chalid, tetapi juga membidik sosok yang sangat dekat dengannya istri sirinya, Via Simamora.

Pemilik dari VS Beauty Parlour yang berlokasi di Jakarta Selatan. Sebuah tempat yang mungkin terlihat seperti bisnis biasa, namun kini berada di bawah pengawasan ketat penyidik. Aset-aset mewah lain, seperti apartemen, rumah di Jakarta Timur, hingga sejumlah kendaraan mewah yang diduga berasal dari Riza Chalid, juga menjadi target penyelidikan.

Anang Supriatna: “Kami akan memeriksa semua pihak yang terkait dengan Riza Chalid, termasuk istri sirinya, Via Simamora. Kami akan menelusuri asal-usul aset yang dimilikinya. Jika terbukti berasal dari hasil korupsi, aset-aset tersebut akan kami sita.”

BACA JUGA :   Putusan PK MA Memenangkan Hak Warga Atas Lahan Jatikarya, Ini isi Petikannya

Selain aset milik Via Simamora, tim penyidik juga sedang mengejar aset-aset lain yang diduga dimiliki Riza Chalid, seperti Gedung 49 di Jalan Raya Buncit dan sebuah villa di kawasan Panglima Polim. Bahkan, Kejagung telah menyita sebuah villa mewah seluas lebih dari 6.500 meter persegi di Rancamaya Golf Estate yang diduga disamarkan menggunakan nama perusahaan.

Kasus ini memang terus melebar. Dugaan penggunaan anggota Brimob dan TNI aktif untuk menjaga aset Riza Chalid juga menjadi fokus koordinasi antara Kejagung, Polri, dan TNI. Semua ini, menurut Kejagung, adalah upaya untuk mengembalikan kerugian negara yang diperkirakan mencapai angka fantastis, 285 triliun rupiah. Sebuah angka yang membuat kasus ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Angka Rp285 triliun memang sangat mengejutkan. Penyelidikan yang semakin luas ini menunjukkan komitmen Kejagung untuk membongkar tuntas semua jaringan dan aset yang terkait dengan korupsi ini. (Tim)

baca juga

Sebelum Jadi Tersangka, Polisi Harus Periksa Febrie Dulu

Yeni

KPK Dalami Pembentukan Tim Auditor untuk Periksa LKPD Kabupaten Bogor

Yeni

Beli Tanah dan Bangunan Di Kelurahan Bedahan Kota Depok Rawan Masalah

Yeni