PERISTIWA

Sufmi Dasco Dorong Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan di Gunung Anak Krakatau

JAKARTA, Suara Jabar News. Com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya kontak lima jurnalis dan tiga awak kapal di kawasan Gunung Anak Krakatau. Dasco menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus memantau dan mendorong instansi terkait untuk memaksimalkan upaya pencarian hingga titik terang ditemukan.

“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” kata Dasco di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Politisi senior Partai Gerindra itu menekankan bahwa perhatian DPR diberikan untuk memastikan tidak ada celah dalam proses evakuasi dan pencarian. Ia berharap seluruh sumber daya yang dimiliki oleh Basarnas, TNI, Polri, serta instansi pendukung lainnya dapat dikerahkan secara optimal.

“Kejelasan mengenai keberadaan lima jurnalis tersebut menjadi hal yang penting untuk segera diketahui. Karena itu, kami berharap proses pencarian terus dilakukan sampai mendapatkan titik terang,” ujarnya.

BACA JUGA :   Debt Collector ACC Finance Bergaya Premanisme, Keroyok Wartawan

Dasco juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan keselamatan para korban. “Kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

Kronologi Kejadian
Sebelumnya, kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan liputan di sekitar Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat Arupadhatu 1. Kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB.

Hingga kini, identitas kelima jurnalis yang masih dicari adalah:
1. M Bagus Khoirunnas (Antara Biro Banten)
2. Ari Basuki (Merdeka.com)
3. Yudhis (iNews)
4. Daus (Anadolu Agency)
5. Donal (Jurnalis Freelance)

Mereka berada dalam satu perahu bersama tiga awak kapal, yakni Kapten Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu Heriyanto (49). Hingga berita ini ditayangkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan sekitar lokasi terakhir kontak. (Red)

baca juga

Jokowi di Didampingi Gubernur Jawa Barat Kelokasi Bencana Gempa Cianjur

Yeni

Keracunan Massal MBG Terus Terjadi, Pengamat : Tidak Ada Jaminan Keselamatan dari Badan Penyelenggara

Yeni

Wartawan Senior Salim Said Tokoh Pers Dan Perfileman Meninggal Dunia

Yeni