POLITIK

Sufmi Dasco Ahmad Jadi Network Hub Politik Indonesia: Pengaruh Lahir dari Jejaring dan Penentu Komunikasi Nasional

JAKARTA, Suara Jabar News.Com – Kiprah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam panggung politik nasional kian menyita perhatian. Konsistensinya berada di pusaran berbagai pemecahan persoalan krusial membuatnya disebut sebagai salah satu “simpul jaringan” politik paling strategis saat ini.

Pimpinan parlemen tersebut berulang kali mengambil peran vital sebagai penyambung lidah antara lini eksekutif, jajaran partai politik, dunia bisnis, hingga elemen kemasyarakatan.

Dari Birokrasi ke Era Network Society

Gaya kepemimpinan Dasco yang bertumpu pada perintisan komunikasi lintas sektor dinilai sejalan dengan konsep _Network Society_ yang digagas sosiolog Manuel Castells.

Dalam era ini, kekuasaan politik modern tak lagi berpusat mutlak pada kekakuan birokrasi, melainkan pada penguasaan jalinan relasi. Tokoh yang menempati posisi sentral sebagai _network hub_ memiliki kapasitas besar memengaruhi keputusan karena menjadi lintasan utama lalu lintas informasi.

“Figur seperti Dasco tidak hanya menyampaikan pesan, tapi juga menerjemahkan kepentingan antar-kelompok agar bisa bertemu di titik tengah,” ujar seorang pengamat politik di Jakarta, Senin (4/8/2026).

BACA JUGA :   Kaesang Ketum PSI Menugaskan Muannas Alaidid Di Dapil Jateng 9 Untuk DPR RI

Pemutus Kebuntuan di Pemerintahan Koalisi

Dasco dinilai berhasil memainkan fungsi sebagai pemutus kebuntuan dalam skema pemerintahan koalisi yang kerap melibatkan benturan kepentingan antarpihak.

Pendekatan ini juga selaras dengan pemikiran sosiolog Ronald Burt tentang _Structural Holes_.

Menurut Burt, figur yang mampu membuat jembatan antarkelompok justru memegang kendali strategis dalam koordinasi.

Kehadiran simpul komunikasi yang responsif dinilai berpotensi mempercepat penyelesaian gesekan politik serta meningkatkan efisiensi tata kelola negara.

Meski demikian, para analis mengingatkan. Ketergantungan sistemik pada satu sosok berisiko memunculkan pemusatan figur jika tidak diimbangi dengan penguatan kelembagaan secara menyeluruh.

Penguatan institusi tetap menjadi kunci agar jejaring politik tidak hanya bergantung pada kapasitas personal, tetapi juga pada mekanisme yang berkelanjutan.

Dengan posisinya saat ini, Sufmi Dasco Ahmad diproyeksikan akan terus menjadi penentu komunikasi nasional, jembatan yang menghubungkan kepentingan negara, partai, dan masyarakat dalam satu tarikan napas politik. (Bg)

baca juga

Dharma Pongrekun, Kritisi Kecanggihan AI Selama Internet Indonesia Tidak Mandiri, Data Akan Selalu Bocor,

Yeni

Golkar Lampung Bakal Gelar Musda, Dukungan ke Aprozi Alam Menguat

Yeni

Pleno DCT Kota Depok Tanpa Komisioner KPU kota Depok

Yeni