POLITIK

Surya Paloh Buka Keran Pemakzulan Gibran: Kalau Tak Ada Alternatif Lain, Jalankan Saja, Demi Kestabilan Negara

KARAWANG– Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan pernyataan tegas terkait dinamika politik terkini mengenai wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Surya Paloh menegaskan bahwa partainya tidak akan menghalangi proses konstitusional tersebut jika memang tidak ada jalan keluar lain. Pernyataan ini disampaikan Paloh usai meresmikan Kantor DPD NasDem Karawang, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).

Meski memberikan “lampu kuning” terhadap proses pemakzulan, Paloh sebenarnya menyayangkan situasi ini. Ia menyebut potensi tergantinya Wakil Presiden di tengah masa jabatan sebagai sebuah peristiwa yang tidak ideal bagi stabilitas demokrasi Indonesia.

“Menurut saya, pemakzulan seorang wakil presiden yang masih menjabat bukanlah situasi yang diharapkan terjadi dalam perjalanan demokrasi kita. Ini peristiwa tragis bagi bangsa,” ujar Paloh di hadapan awak media.

Sikap Kondisional NasDem

Namun, di balik penyesalannya terhadap situasi politik yang memanas, Paloh menekankan prinsip kepatuhan terhadap konstitusi. Ia menegaskan bahwa NasDem akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

Jika seluruh persyaratan undang-undang telah terpenuhi dan buntu tanpa alternatif solusi lain, maka eksekusi pemakzulan harus dijalankan.

“Kalau semua persyaratan yang memang sudah tersedia, dan memang itu sebagai satu-satunya alternatif penyelesaian, jalankan saja. Kan enggak ada alternatif lain. Kalau ada alternatif lain boleh kita pikir-pikir,” tegasnya.

BACA JUGA :   PNIB : Ada Khilafah Dan NII Di Belakang Safari Capres Ke Berbagai Daerah

Sikap ini mengisyaratkan bahwa NasDem tidak menutup mata terhadap kemungkinan terburuk, namun tetap menempatkan konstitusi sebagai panglima tertinggi dalam penyelesaian krisis politik.

Ingat Energi Bangsa

Di sisi lain, tokoh senior ini memberikan peringatan keras agar polemik politik tidak mengorbankan persatuan bangsa. Paloh khawatir energi nasional habis terkuras untuk urusan krisis kepercayaan antarkomponen politik, sementara agenda pembangunan prioritas masih menanti.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga “suasana kebatinan” nasional. Penyelesaian persoalan, menurutnya, harus tetap mengedepankan kepentingan rakyat banyak, bukan sekadar kepentingan golongan atau kekuasaan semata.

“Jangan sampai energi bangsa terus terkuras. Kita harus fokus pada pembangunan dan menjaga persatuan,” pungkas Paloh.

Pernyataan Ketua Umum NasDem ini menjadi sinyal penting bagi koalisi pemerintah maupun oposisi, bahwa jalan pemakzulan Gibran secara hukum dimungkinkan, namun secara politik harus dipertimbangkan matang-matang demi menjaga kestabilan negara.

Sikap NasDem. Tidak menghalangi pemakzulan jika syarat konstitusi terpenuhi dan tidak ada alternatif lain.

Pandangan Pribadi. Surya Paloh menyebut wacana ini sebagai “peristiwa tragis” bagi demokrasi.

Lokasi dan Waktu Disampaikan saat peresmian Kantor DPD NasDem Karawang, Minggu (8/11/2026)

Peringatan. Mengingatkan agar krisis politik tidak menguras energi bangsa dan memecah belah persatuan. (Bg)

baca juga

3 Nama Bakal Capres 2024 Di Rekomendasi NasDem, Ada Ganjar Pranowo

Yeni

Wamendagri Bima Arya Kunjungi Sekolah Tunas Bangsa Cilodong, Sambil Bagikan Takjil ke Warga

Yeni

KPU Depok Sosialisasi Dapil dan Alokasi Kursi DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten /Kota

Yeni