SJNews.com,- Dalam rangka Dies Natalis ke – 75 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menggelar dua acara dalam satu hari diantaranya kegiatan Donor Darah dan Sarasehan serta pelantikan DPC Gerakan Pemuda Marhaenis se – Jabodetabek di buka dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan mars marhaen serta membacakan teks “Pancasila”.

Dies Natalis ke – 76 Gerakan Pemuda Marhaen bertajuk, ” Merawat Kebhinekaan, Menjaga Peradaban Nusantara, Menuju Indonesia Maju”, berlangsung di Graha Sucofindo Lantai 2, Jln, Raya Pasar Minggu Kav, 34 Pancoranmas, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/2023).
Acara Dies Natalia ke – 76 GPM dihadiri oleh Ketua Umum GPM, Ir, Emir Moeis, Msc, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri, Tokoh Nahdatul Ulama, Gus Nuril Arifin Husein, Sekjend GPM, Ir, Satyo Hadi Wibowo, GNP, Ketua DPC GPM se -Jabodetabek serta undangan.
Ketua Panitia Acara Donor Darah dan Dies Natalis Ke – 76 Gerakan Pemuda Marhaen, Dra, Febby Henderina R, mengatakan, kami bersama rekan panitia mengadakan dua kegiatan dalam satu hari katanya.
Kegiatan Donor Darah dilaksanakan di Graha Bhima Sakti, Jln, Raya Pasar Minggu, Kompleks TNI AU Triloka Blok A, 10 Pancoramas, Jakarta Selatan pada Rabu (31/5/2023) pukul 09,00 Wib sampai 12.00 Wib pagi.
Sementara, acara Sarasehan dilaksanakan di Graha Nandhika – Graha Sucofindo Lantai 2, Jln, Raya Pasar Minggu Kav, 34 Pancoranmas, Jakarta Selatan yang di mulai pukul 13.00 Wib s/d selesai.

Isi acara Sarasehan juga dilakukan pelantikan pengurus DPC Gerakan Pemuda Marhaenis se Jabodetabek dan pernyataan aspirasinya memberi dukungannya ke Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden 2024 dan pemotongan tumpeng yang di bagikan untuk para kader muda.
” Kegiatan ini adalah sebagai rasa syukur kami karena telah 76 tahun berada di Bumi Nusantara tercinta sempat mati suri, karena tekanan pada masa lalu, tetapi hal tersebut tudak melunturjan semangat kami dengan telah dibangkitkan kembali pada tanggal 10 November 2018 di Kota Semarang yang akan terus berjuang mengibarkan panji-panji marhaenis.
Seperti pelantikan sejumlah DPC sejabodetabek dan DPD DKI Jakarta juga pernyataan dukungan aspirasi pilihan kepada Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024
Febby mengucapkan terimakasih kepada tim panitia yang telah bersama-sama bekerja keras selama kurang lebih 1 bulan untuk mensukseskan kedua acara yang luar biasa ini, tanpa kalian tidak ada apa -apanya semyanya, biarlah sejarah yang mencatat, bahwa kita pernah mengukir sebuah kegiatan besar di dalam gerak langkah kehidupan gerakan pemuda Marhaen.
Febby berharap kegiatan ini dapat memberi spirit kepada seluruh pengurus DPD dan DPC GPM untuk selanjutnya mengadakan berbagai kegiatan serupa dan lebih baik dari yang ada saat ini
Bung Karno pernah berkata, ” Beri aku 10 pemuda niscaya akan guncang dunia, “, Kalimat ini memaknaI maksud yang amat dalam bahwa sebagai generasi muda harus berani menghadapi globalisasi tantangan hambatan dan ancaman, baik dari dalam diri kita sendiri maupun datang dari luar serta GPM harus mampu menjaga eksistensi dan peran kita di mata dunia, terutama memasuki era globalisasi dimana manusia milenial saat ini telah menjadi hamba-hamba dari teknologi dalam kesehariannya di sinilah alam pikiran manusia nyaris sepenuhnya terperangkap terbelenggu oleh kemajuan teknologi, jika kita mencoba menolak atau meninggalkannya maka akan terjadi pemunduran, sebutnya.

Ada tiga golongan besar manusia saat ini, yang pertama generasi milenial yang menjadi budak teknologi dunia dalam segala bentuknya. Kedua adalah generasi yang berpegang erat pada nilai-nilai religius. yang ketiga adalah kaum awam yang tidak termasuk dalam kedua golongan di atas nah sebagai kaum materialis maka menjadi tanggung jawab kita bersama, bergandengan tangan dengan kelompok atau komunitas lainnya untuk menanggulangi hal-hal yang merugikan generasi muda bangsa dan negara, kita harus mampu mentransformasi memodifikasi alat perjuangan marhaenisme, pungkas Febby
Dalam sambutan ketua umum GPM, Ir, Emir Moeis, Msc mengatakan, pihaknya apresiasi kegiatan yang diselenggarakan panitia, katanya.
Puji dan syukur kita panjat kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena pada hari ini kita bisa berkumpul bersama memperingati dengan mengadakan kegiatan dies natalis untuk gerakan Pemuda yang ke-76, ini sudah melebihi dari umur saya dan umur kita semua di sini,” katanya.Emir Moeis.
Selama 76 tahun kita tetap bisa eksis, meski terkena gonjang-ganjing selama masa orde baru di mana pada saat itu terjadi Soekarnonisasi, ilustrasi marhaen yang seolah disamakan sebagai sebuah organisasi yang terlarang saat itu. Marhaen harus kita pertahankan untuk seterusnya, agar demokrasi dan kebebasan ini bisa terus ada di bumi Nusantara, ucap dia.
Emir Moeis sampaikan, saat ini banyak gerakan pemuda, tapi kita beda, karena kita bukan gerakan pemuda yang untuk urusan keamanan urusan tempur, urusan persatuan atau untuk jadi debt colecktor, enggak, bukan ke sana tujuan kita, tujuan kita lebih mulia yakni mengembalikan rasa atau cinta, gelora marhaenis, sebutnya.
” kalau tadi ketua panitia bilang ada generasi milenial yang sudah sangat berkiprah dengan teknologi, itu hal yang enggak bisa kita hindari, sebab teknologi yang telah berjalan dan manusia akan makin terikat dengan teknologinya, inilah yang mesti kita jaga para generasi muda.

Sejak 32 tahun cengkraman orde baru, sampai nama organisasi kita aja mesti diganti waktu itu, kemudian muncul zaman reformasi muncul teknologi informasi, bahkan ke depan nanti akan ada apa lagi di Indonesia,
Generasi muda nanti harus dan wajib kembalikan semangat dan gelora marhsen, karena kalau kita perhatikan anak-anak muda sekarang cenderung lebih banyak sibuk dengan gadget.
” Mesti kita harus mengikuti jaman, mungkin kalau dulu kita cukup dengan rapat raksasa pihak atau pidato menurut versi mereka lewat berita-berita di online dan sebagainya. Negara Malaysia saja mempunyai keragaman yang berdasarkan Pancasila, itu adalah sumber awal sama diciptakan dari pemikiran Soekarno yang kedua adalah hasil penggalian bung Karno juga, sehingga ada Pancasila yang selalu kita peringati pada tanggal 1 juni.
Lebih lanjut Emir Moeis terangkan bahwa Gerakan Pemuda Marhaen saat ini sudah banyak anggotanya dan yakinkanlah mereka untuk bisa kembali ke masyarakat di sekitarnya, kalau satu DPC bisa memperkenalkan nama 100 Pemuda tentu nanti akan berkembang,
Saat ini kita sudah punya DPD, DPC 34, hingga hari ini total semuanya ada 38, memang belum semua bisa terakomodir, terutama di Papua kita belum sampai ke sana, tapi insyaallah di Aceh, GPM sudah mulai ada, saya akan coba tembus ke Sumatera Barat, ini merupakan perjuangan, karena wilayah tersebut enggak punya suara sama sekali.
” Maaf saya sebutkan perjuangan, memang di GPM ini banyak anggota dari PDI Perjuangan tapi musisinya kader dari GPM dan bukan onderdilnya partai politik, jadi siapapun boleh ada di dalam Marhaen, seperti PSI ada di dalam rumah ini, silakan, yang penting adalah cita-cita dan ajaran ideologi Pancasila Marhaen ini disadari oleh semuanya agar NKRI ini bisa bertahan.
Kalau kita lihat Indonesia dalam peta bumi, ya tepatnya dalam peta dunia, saya itu tidak habis berpikir, kok bisa ya kita membuat suatu negara kesatuan yang begitu luas, begini besarnya begini terpecah-pecah sampai laut tapi bisa jadi satu.
Saat perjalanan dengan pesawat terbang dari Banda Aceh sampai ke Jakarta selama 3 jam, kalau dari Jakarta kita teruskan lagi kemampuan panjang.
Ia mengibaratkan Negara Amerika serikat begitu lebar negerinya, dari pantai barat ke pantai timurnya hanya cukup 5 jam, kita lebih dari itu, jadi kita bisa bayangkan betapa luasnya republik ini, dan bagaimana kita menjaga negri, kalau bukan kita siapa lagi.

” ni adalah takdir dari Allah subhanahu wa ta’ala, kita bisa menjadi suatu negara kesatuan, Tuhan juga mengatakan demikian, untuk itu kita harus bisa menjaganya anugerah ini, tetapi kalau kita tidak menjaganta maka busa celaka secara pisik, salah satu kunci yang paling kuat di sini adalah Pancasila Marhaen yang sangat mengutamakan keanekaragaman kebebasan dalam beragama, berdemokrasi berdasarkan perwakilan dan juga sosialis, sosial bagi seluruh rakyatnya.
bung Karno pernah mengatakan ideologi marhaenis adalah sosialis, nasionalis dan religius, ide Soekarno waktu dia ketemu dengan petani bernama marhaen, sehingga muncul ide bagaimana idiologi tersebut bisa di implementasi, bagaimana kesehatannya, penyebabnya adalah karena adanya penghisapan Manusia atas manusia atau eksplorasi dan pada saat itu ada penjajah kolonialisme yang sekarang pun masih ada.
Bentuk penjajahannya, kalau ada yang masuk dalam bentuk baru contohnya nikel, misalnya pak Jokowi katakan, dulu ada kerja paksa, ada jual paksa aset, sekarang aset itu kita ambil, tapi masih ada saja informasi yang berbeda tersebut, ini contoh-contoh yang harus dilawan oleh ideologi kita.
Jadi saya salut buat Presiden Jokowi, ini adalah harta kita, tidak boleh dimanfaatkan oleh orang lain dan kesejahteraan itu untuk sebanyak-banyaknya bagi seluruh rakyat Indonesia, UUD 45 tahun ’45 founding fother kita sudah memikirkan kekayaan bumi kita adalah untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa di Indonesia.
.
Ia berharap agar kita semua bergotong-royong, bekerja sama mengembangkan dan menggairahkan, mendidik kembali dan menyadarkan kembali kepada para generasi muda milenial dan terakhir ada generasi ” Z ” mengenal peradaban dunia terutama di negri yang kita cintai ini dengan penuh keragaman, persatuan dan kesatuan NKRI. (Bg)
