BIROKRASI

Kesbangpol Depok Sosialisasi Pencegahan Konflik Ditengah Masyarakat

SJNews.com ,- Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sosialisasi tata cara mengatasi potensi konflik di tengah masyarakat berlangsung di aula Kecamatan Cilodong, Selasa (10/10/2023).

Tema acara, ” sosialisasi pembinaan sinergitas pemerintahan kecamatan dalam peningkatan keamanan serta kenyamanan menuju Depok yang maju berbudaya dan sejahtera”

Tampak acara di hadiri oleh Zaenal Sekretaris kecamatan Cilodong, Satpol Pol PP Kota Depok, FKDM, FPK, LPM, Katar, Linmas.

Acara yang di prakarsai oleh Raden Agus Muhamad selaku Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cilodong sekaligus pembawa acara menyampaikan, bahwa pihaknya senantiasa bersinergi dengan komponen masyarakat katanya.

Sementara itu, Lienda Ratnanurdianny Kepala Badan Kesbangpol kita Depok memaparkan soal deteksi konflik ditengah masyarakat.

Ia mengatakan bahwa kurang lebih ada 350 organisasi kemasyarakatan di kota Depok berbeda namanya.

Ormas ini sebahagian memiliki legalitas dari Menkumham dan ada HAKI nya, yang dari Kemendagri.yakni organisasi mandatori, seperti FKDM, FPK, FKUB, organisasi ini di bentuk oleh pemerintah.

Sementara legalitas ormas yang dikeluarkan Menkumham yang di akui negara yang kami akomodir, sedangkan yayasan yang tidak di akui oleh Menkumham kami tidak akomodir

Lienda mengakui soal anggaran pembinaan ormas dan organisasi keagamaan serta parpol ada di Kesbangpol menggunakan dana hiba, terangnya.

BACA JUGA :   Wamendagri Bima Arya: Perubahan Tanpa Struktur yang Terorganisir, dan Kultur yang Kuat, Tidak Akan Berjalan

Selain itu, acara juga membahas tentang issu serta potensi konflik, seperti tawuran antar kelompok.

Mengenai tawuran pelajar, awalnya mereka itu di bawa oleh seniornya, hanya ingin coba- coba, kemudian menjadi kebiasaan, terjadi tawuran infonya terbanyak melalui media sosial Facebook atau WhatsApp atau gadget, ujar Lienda.

Begitupun soal tawuran kelompok antar ormas, biasanya karena gesekan atau adanya kesenjangan sosial.

Kita ini memiliki enam agama yang berbeda, namun keragaman ini harus kita jaga, agar tercipta kondusifitas di Indonesia khususnya di cilodong karena semua organisasi apapun yang ada di Indonesia harus di landasi 4 pilar kebangsaan, ber idiologi Pancasila.

Ketika forum mempertanyakan soal potensi konflik, tawuran pelajar dan kelompok antar ormas akibat Narkoba, obat terlarang daftar G, dan ormas yang di pekerjakan sebagai debt colekctor, juga rumah ibadah.

Sebentar lagi kota Depok akan mengadakan MTQ, kemudian Hari Natal dan Tahun Baru juga di bulan februari Pilpres dan Pileg 2024, gunakanlah hak pilih anda jangan golput, jangan oleh karena berbeda dukungan calon kita tetap bersatu,

Negara kita menjunjung demokrasi, untuk itu, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan, meski ada perbedaan, tutupnya. (Bg)

baca juga

Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan : Pemerintah tegas Tolak Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Yeni

Realiasi Capaian Kegiatan Fisik Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Yeni

Rangkaian Giat HUT Ke-103 Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Gelar Aksi Bagi-Bagi Paket Prokes

Yeni