BIROKRASI

Wamendagri Bima Arya: Perubahan Tanpa Struktur yang Terorganisir, dan Kultur yang Kuat, Tidak Akan Berjalan

Suara Jabar News.com, (Jakarta),- Bima menjelaskan, aktor atau sosok yang berkomitmen pada perubahan adalah bagian krusial dalam mencapai transformasi. Namun, tanpa struktur yang terorganisir, seperti tata kelola dinas yang jelas, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tepat, serta sistem tunjangan yang memadai, perubahan tidak akan berjalan secara efektif.

“Tapi aktor yang hebat tanpa kemudian dirapikan dan dikuatkan strukturnya, dinas-dinas ditata, tupoksinya, remunerasi, tunjangan, Tunjangan Kinerja (Tunkin) dan lain-lain, enggak bisa juga ( melakukan perubahan ),” jelasnya.

Selain aktor dan struktur, Bima juga menekankan pentingnya membangun kultur yang mendukung perubahan. Ia berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai wali kota, ketika berupaya menanamkan budaya disiplin di lingkungan pemerintahannya.

“Selama 10 tahun saya enggak pernah telat. Setiap Selasa jam 8 pasti briefing staf, 2 minggu sekali, kadang-kadang seminggu sekali,” lanjutnya.

Di hadapan para peserta, Bima juga mengingatkan pentingnya pelembagaan agar perubahan yang dicapai dapat bertahan lama. Ia mengutip tokoh Singapura, Lee Kuan Yew, yang menyatakan bahwa perubahan tidak akan bertahan tanpa institusi yang kokoh.

BACA JUGA :   Pembuangan Sampah dari Depok ke TPPAS Nambo Bogor Tertunda, TPA Cipayung Penuh

“Bapak/Ibu sekalian tugas berat kita adalah bagaimana kemampuan secara personal bisa ditransfer menjadi institusional, regulasi, kebiasaan dibangun dan lain-lain,” pungkasnya. (By)

Puspen Kemendagri

baca juga

IBH : Pajak Kita Sangat Berarti untuk Negara

Yeni

Ridwan Kamil, Edukasi Kerukunan Umat Beragama Perlu Ditingkatkan

Yeni

Rangkaian Giat HUT Ke-103 Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Gelar Aksi Bagi-Bagi Paket Prokes

Yeni