SJNews.com,- Lebih dari 60 penari memadati Pelataran Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (24 /02/ 2024).
Yang menarik dari festival Cap Go Meh, semuanya mengenakan pakaian bernuansa 3 warna, merah, kuning, dan emas, ada yang model kebaya, blouse, juga ada yang mengenakan pakaian chongsam, atau pakaian Perempuan khas Tionghoa.
Acara festival diinisiasi oleh komunitas Bakul Budaya FIB UI, yaitu komunitas seni dan budaya yang bernaung di bawah Iluni FIB UI.
” Komunitas Bakul Budaya memang sedang menggelar Festival Cap Go Meh yaitu, festival yang diadakan pada malam ke-15 kalender China. Cap Go Meh sendiri menjadi momentum bagi etnis Tionghoa untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus mengusir kesialan dimasa akan datang.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini, pihak Bakul Budaya menggelar berbagai agenda seperti menari bersama, story telling tradisi Cap Go Meh, paduan suara, juga festival makanan Cap Go Meh seperti Lontong Cap Go Meh dan aneka macam kudapan khas budaya Tioghoa.
Acara ini digelar untuk memperkenalkan pada masyarakat bentuk akulturasi kolosal antara seni dan tradisi Nusantara dengan Tionghoa”, papar Sekjen Bakul Budaya Gunawan Wicaksono dalam pembuka acara.
Sedangjan untu cerita kuliner Cap Go Meh dipandu oleh Widianti Kamil, salah satu pengurus Bakul Budaya yang juga wartawan senior.
Manajer Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni FIB UI Doktor Alfian Siagian dalam pidato sambutan menyatakan bahwa apa yang dilakukan Bakul Budaya dalam menggelar Festival Cap Go Meh ini adalah wujud aksi nyata dalam mengawal pelestarian keragaman seni dan budaya Nusantara.(**)
Sumber : Bakul Budaya
