SOSIAL

Lembaga Anti Narkoba Kota Depok Gelar Talk Show P4GN

DEPOK, SJNews.com, – Berbicara tentang pemberantasan Narkoba di Negri ini bagai air dalam lautan, tak’an habis habisnya.

Kegiatan Talk Show Lembaga Anti Narkoba (LAN) kota Depok membahas terkait pencegahan pengedar pengguna bahaya narkoba yang di selenggarakan di Cafe Mangat Jl, Radar AURI Sabtu (30/4/2022), pukul 15.00 Wib, sampai dengan selesai.

Hadir dalam acara Talk Show tersebut, Bagus Wicaksono dari BNN kota Depok, Yohana dari unsur Forum Kader Bela Negara, M.Drachman dari Ikatan Advokasi Islam kota Depok, Benny Gerungan ketua PWOIN kota Depok, siswa dan Guru SMPN 12 Kota Depok.

Sambutan ketua panitia Ratna Sari, dibulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, LAN Kota Depok selenggarakan acara talk show dalam rangka sosialisasi tentang bahaya penggunaan Narkoba, paparnya.

Dikesempatan itu ketua PWOIN kota Depok, Benny Gerungan menyampaikan bahwa Narkoba itu seperti Virus Corona, namun bedanya Narkoba dengan Virus Corona yaitu, kalau Narkoba tidak ada habisnya sama seperti virus, kalau virus tidak ada obat nya dan musim nya bisa melandai.

Benny menyinggung soal maraknya obat daftar “G” yang ditemukan di toko obat tanpa adanya pengawasan, juga di beli secara mudah oleh kalangan remaja atau pun dikalangan pelajar.

Ishak Siagian ketua LAN kota Depok menyampaikan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih atas kehadiran BNN, pengurus LAN serta rekan wartawan dan siswa dari SMPN 27 Tugu Cimanggis telah menghadiri acara talk show dan buka bersama (bukber), ujarnya.

Semoga di situasi kondisi masa pandemi dan umat muslim usai melaksanakan menjalankan ibadah puasa serta menghadapi hari raya idul Fitri ini kita selalu bersinergi dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN disekitar kita, paparnya.

Moderator acara Talk Show dibawakan oleh Perayun, Spd dengan narasumber Bagus Wicaksono dan Togaf Maulidof selaku WRC LAN Kota Depok.

BACA JUGA :   Zero Narkoba, Lapas Waikabubak Gelar Tes Urin Terhadap Pegawai dan Warga Binaan

Acara talk show juga dilakukan sesi tanya-jawab dari pihak peserta.

Khansa kelas 7 siswa SMPN 27 Tugu Kota Depok mempertanyakan tentang daftar obat “G’ merek Tremadol dan sejenisnya sebagai obat penenang, namun banyak di konsumsi oleh masyarakat usia kalangan tua dan muda tersebut.

Sebab kata Khansa, banyak kejadian tawuran pelajar yang mana di beritakan media akibat mengkonsumsi obat daftar “G”, bagaimana hukuman bagi pengguna dan pengedar obat M.Drachman dari Ikatan Advokasi Muslim Indonesia mempertanyakan soal pemberantasan penangkapan bandar narkoba, bagaimana den pemberantasan darinya dari hulu hingga ke hilir. Sepengetahuannya, Narkoba di Indonesia bukan semakin berkurang, malahan semakin hari semakin merajalela saja, tandas M.Drachman sebagai profesi pengacara ini.

Bagus Wicaksono dari BNN sebagai narasumber, memberikan pemikiran tentang obat terlarang, Kalau kita batuk boleh minum obat batuk cairan komik, tapi kalau di minum sampai lima atau itu tidak di, karena bisa berbahaya untuk kesehatan bisa mabuk

Soal pemberantasan Narkoba, BNN tidak bisa sendiri, melainkan sinergitas, keterlibatan serta kepedulian unsur masyarakatlah yang bisa memberantasnya.

Soal hukuman pemakai dan bandar Narkoba, Bagus katakan disaat BNN pernah di pegang pak Buas, pernah diusulkan hukuman bandar narkoba di buang di Empang sebagai umpan buaya, tapi hukuman itu dibatalkan.

Namun dengan Undang – undang No, 35 tahun 2009 tentang Narkoba, sanksi bagi pengedar narkoba golongan I tertera dalam Pasal 111 sampai dengan 116 UU Narkotika, dijerat hukuman penjara minimal 4 tahun atau maksimal hukuman pidana mati, ungkapnya.

Acara talk show LAN Kota Depok berakhir setelah berbuka puasa bersama, berjalan dengan tertib, patuhi protokol kesehatan. (Bg)

baca juga

LAKSI Dukung Ditlantas PMJ Siapkan Balapan Motor Resmi Untuk Pembalap Jalanan

Ade Darmansyah

Supaya Tidak Sembarangan Buang Sampah Dijalanan Warga Minta Dipasang CCTV

Ade Darmansyah

IMM DKI : Jangan Sungkan Suarakan Budaya Persatuan dan Toleransi

Ade Darmansyah