SERBA - SERBI

Emas Lambang Kekayaan, Logam Mulia Yang Tak Lekang Oleh Zaman

SJNews.com, – Emas telah menjadi logam yang dihargai selama ribuan tahun. Bahkan sebelum menjadi mata uang atau perhiasan, emas sudah menjadi bahan baku untuk alat-alat dan perhiasan.

Namun, sejarah penemuan emas pertama masih menjadi kontroversi bagi para ahli. Beberapa catatan sejarah mengatakan bahwa penemuan emas  pertama terjadi pada zaman purba di Afrika Selatan, sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Suku Bantu yang saat itu hidup di wilayah tersebut telah menemukan sejumlah kecil  emas di sungai-sungai dan membuat perhiasan serta alat dengan bahan tersebut.

Namun, sejumlah sumber lainnya mengatakan bahwa emas pertama kali ditemukan di Mesir pada sekitar 3.000 SM.

Menurut catatan  sejarah, firaun-firaun Mesir kuno menggunakan emas sebagai lambang kekuasaan dan kekayaan.

Mereka juga membuat perhiasan dari  emas yang indah dan berharga untuk dikenakan pada acara penting.

Di Amerika Selatan, bangsa Inca juga telah menemukan  emas sejak zaman pra-kolumbus. Mereka mengolah  emas dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan perhiasan dan benda seni yang indah.

Emas juga digunakan sebagai  simbol kekayaan dan status sosial dalam kebudayaan Inca.

Sejak zaman kuno,  emas juga menjadi mata uang yang dihargai oleh masyarakat. Bangsa Yudea dan Romawi kuno menggunakan  emas sebagai standar mata uang.

BACA JUGA :  

Pada zaman pertengahan, para pedagang dan raja-raja Eropa juga menggunakan emas sebagai alat tukar.

Dalam sejarahnya, penemuan emas telah membawa dampak besar dalam perkembangan peradaban manusia.

Secara ekonomi,  emas menjadi bahan yang penting untuk perdagangan dan sebagai alat tukar yang stabil. Sementara secara sosial, emas telah menjadi simbol kekayaan dan keberuntungan bagi banyak orang di seluruh dunia. (**)

baca juga

Semarak Cap Go Meh Di Bakul Budaya FIB UI

Yeni

Kreativitas Remaja Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok (SCBD) atau Disebut “Citayam Fashion Week” Menjadi Perhatian

Yeni

Kepengurusan DKM Masjid Dhyufurrahman Jatijajar Dipertanyakan Warga RW 01

Yeni