Suara Jabar News, Com (Depok) – Proyek Jembatan Kali Laya yang berbatasan antara RT 01, RW 01, Kelurahan Pabuaran,Cibinong, Kabupaten Bogor dengan RT 02, RW 03 Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong Kota Depok di sorot tajam oleh warga masyarakat.
Proyek ini menuai keluhan keras dari warga dan pedagang setempat. Mereka mempertanyakan kejelasan kontraktor, anggaran, hingga durasi pengerjaan.

Bukan hanya tanpa papan informasi, yang melanggar transparansi publik, namun juga dikeluhkan warga sebagai penyebab jalanan sepi seperti ‘kota mati’. Begitu pun para pedagang, mereka merugi omzetnya berkurang,
” Lokasi usaha saya berdekatan dengan proyek Jembatan Kali Laya, yang seharusnya mempermudah akses, ini justru mempersulit warga pengguna jalan, khususnya para pengusaha, kata Jefi kepada wartawan, Senin (28/9/2025).
Para pedagang kelontong yang membuka usaha di Jalan Raya Divisi 1 Kostrad, Cilodong. Mereka mengeluhkan omzet usahanya menurun drastis sejak proyek ini dimulai.
“Sangat mengeluh, omzet anjlok parah sekali. Kami kuatir dengan penyelesaian proyek. Ada yang bilang satu bulan, ada yang bilang tiga bulan, apalagi lihat pekerjaannya hanya segelintir pekerja. Kalau begini terus, jalan Asrama Cilodong ini sudah seperti daerah kota mati, karena kami tidak bisa beraktivitas seperti biasa.”

Dari pantauan wartawan, lokasi proyek terlihat proyek jembatan kali laya tidak dilengkapi bedeng atau papan nama pelaksana proyek (Kid). Tak ada informasi mengenai nama perusahaan kontraktor, konsultan, sumber anggaran dari APBD, karena proyek ini apakah dibiayai dari APBD Provinsi, Kabupaten, atau Kota, bahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek jembatan tidak ada tertulis di papan pengumuman.
Seorang pekerja yang kami konfirmasi di lokasi mengaku tidak tahu siapa nama kontraktor pelaksana proyek.
“Kami tidak tahu pak, siapa nama perusahaan. Kami hanya pekerja di bawah mandor Azis. Kami sekarang ini bekerja berenam, sebelumnya ada 17 orang, pekerjaannya dibagi dua shif yaitu, pagi dan malam. Kemarin baru angkat both cover untuk dipasang di jembatan.”
Selain itu, tampak bangunan ditepi kali Laya di duga melanggar sepadan sungai di biarkan berdiri.
Warga berharap, pihak pemerintah kota Depok dan Kabupaten Bogor melihat kondisi proyek jembatan kali Laya, jangan diam hanya di belakang layar saja, hanya menerima laporan dari bawah. (Bg)
