PERISTIWA

Isu Mundur, Calon Ketua KADIN Kota Depok dr. Karlina Disebut “Ditolak Cicil” Biaya Mukota

DEPOK, Suara Jabar News.Com – Bergulir isu mundurnya bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok periode 2026-2031, dr. Karlina, MARS dari IWAPI, usai proses penyerahan berkas di Hotel Bumi Wiyata, Jumat 31 Juli 2026.

Isu tersebut mencuat setelah panitia Steering Committee (SC) menutup masa pengembalian formulir dan masuk ke tahap verifikasi administrasi. Tahapan ini menjadi penentu siapa saja yang lolos untuk maju di Musyawarah Kota VI KADIN Depok.

Menurut narasumber internal yang tidak bersedia disebut namanya, dr. Karlina disebut mengundurkan diri karena adanya perbedaan pandangan terkait pembiayaan kegiatan Mukota.

“Semula panitia mengumumkan biaya akomodasi Mukota Rp 500.000. Tapi saat penyerahan berkas, calon menyerahkan dana Rp 50 juta. Ada negosiasi soal pembayaran yang diajukan secara dicicil oleh tim,” ujar narasumber tersebut.

Narasumber yang sama menyebut, angka Rp 500.000 kemudian turun menjadi Rp 370.000 di luar dana Rp 50 juta untuk kegiatan. Bahkan disebut ada tawaran dari pihak calon berkisar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta dengan catatan seluruh aktivitas kepanitiaan Mukota dijalankan oleh tim relawan Karlina.

BACA JUGA :   Kasus Noel di OTT KPK Lagu Lama, Ada Dugaan Konspirasi Busuk

Hingga berita ini diturunkan, Suara Jabar News belum mendapatkan konfirmasi langsung dari dr. Karlina. Saat dikonfirmasi, pihak panitia inisial TA hanya menyatakan bahwa Mukota KADIN sudah memiliki tim kehumasan dan wartawan resmi.

Ketua SC sebelumnya telah menegaskan, seluruh proses pendaftaran sudah selesai dan kini fokus pada verifikasi berkas. SC berjanji akan mengumumkan nama-nama calon yang memenuhi syarat sesuai AD/ART KADIN.

Proses Mukota VI KADIN Kota Depok sendiri masih berjalan. Publik kini menunggu kejelasan, apakah isu mundur ini benar adanya atau hanya dinamika politik organisasi menjelang pemilihan.

Pihak KADIN Kota Depok diimbau segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan spekulasi liar di kalangan pengusaha. (Bg)

baca juga

Dua LSM Unjuk Rasa, Desak Walikota Depok, Ganti Kadis Rumkim dan Kabidnya

Yeni

Tanggul Kali Angke Jebol, Dinas PUPR Depok Gercep, Turunkan Satgasnya

Yeni

Pemilik Lahan Kirim Surat Ke Sat Pol, PP Kota Depok, Minta Tolong Kios Liar Di Bongkar

Yeni