PERISTIWA

Heri Santoso Menjerit Rumahnya Ambruk, Mohon Perhatian Segera Dari Bupati Cirebon dan Dinas Terkait

CIREBON, SJNews.com,-Warga desa Heri Santoso yang biasa di panggil Toso bertempat di desa Banjar Wangunan blok bulak ini menjerit Akibat Rumahnya Ambruk Rata dengan Tanah akibat di Terjang Hujan Angin yang Sangat Besar Pada Hari Kamis(10/12/2021 ).Kejadiannya sore hari Satu keluarga ini tertimpa rumahnya yang roboh akibat hujan angin Kencang serta Tanahnya Longsor.

Sebelum kejadian tersebut Heri S dan kluarga sudah ada Firasat yang tidak enak,rasanya Takut mau Masuk Rumah.Firasat tersebut ternyata benar terjadi,saat Kamis sore saat kami sekeluarga sedang berada di dalam Rumah ternyata Rumahnya Ambruk atau Roboh rata dengan tanah.jelas Heri kepada Media Online dan Cetak Koran Cirebon.

 

Lanjutnya, keluarga Heri S pun sangat berterima kasih kepada masyarat sekitar yang telah membantu saat rumahnya roboh, dan bukan hanya masyarakat saja Heri S serta kluarga pun berterima kasih kepada Kecamatan Mundu,Polsek Mundu, dan Suleman kuwu terpilih yang sudah peduli dan membatu berpartisipasi di saat darurat.

Heri sangat berharap Bantuan Secepatnya dari Bupati Cirebon dan Wakil Bupati Cirebon juga Dinas terkait agar Secepatnya Rumah saya bisa berdiri lagi, karena saat ini Istri saya sedang Hamil 7 Bulan parahnya lagi tertimpa bangunan Amruk dan tidak memiliki Kartu BPJS,juga Kedua anak Balita kami sementara ikut berteduh di Rumah Orang tua dan mertua yang Kondisi Rumahnya juga sudah tidak Layak Huni.Kalau saya sendiri tidur di Masjid karena Rumah Orang tua kami sempit,dan apa bila ada hal yang tidak diinginkan saya bisa cepat membantu dan mendatangi keluarga kami.

Kami semua masih Trauma jadi kami setiap kali masuk Rumah dan Tidur selalu khawatir,apa lagi Rumah Orang tua juga Rumah Mertua kami juga sudah pada Rapuh.

BACA JUGA :   Berantas Mafia Tanah, Mantan Anggota MPR Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Kapolri

Dampak dari kajadian itu istri saya yang sedang Hamil 7 Bulan mengalami Trauma dan luka memar serta Luka Goresan disana sini,parahnya lagi tergelincir akibat kena runtuhan Bangunan Rumah yang jatuh menimpanya.

Ironisnya diduga Aparat Desa Banjar kurang peduli di saat warganya terkena musibah.Harusnya sebagai Aparat Desa lebih tau dong warga yang perlu di bantu Darurat atau tidaknya. Karena selama ini saja,kami sekeluarga Belum pernah menerima bantuan apapun baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah apalagi dari Pemerintah Pusat.Pada hal kami termasuk Masyarakat Miskin,rumah kami saja terbuat dari Satu Meter Bata dan Bambu juga Bilik.Tapi sekalipun kami belum pernah menerima bantuan Sembako, Rutilahu dan Program Pemerintah Lainnya.

Kami sekeluarga saja tidak memiliki kartu BPJS apalagi Kartu PKH dan lainnya, jadi Kami merasa tidak diperhatikan,pada hal kami sangat membutuhkan Bantuan tersebut. Tegas Heri sambil menitikan Air Matanya.

Suleman kuwu Terpilih Desa Banjar Wangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon mengatakan,setelah saya mendengar adanya Rumah Amruk atau Roboh di Desa Banjar, kami sangat Prihatin dan Peduli.

Saat itu juga langsung saya mendatangi Warga tersebut dan menanyakan Bagaimana Kondisi Keluarganya,karena saya belum di Lantik menjadi Kuwu Terpilih maka sementara membantu seadanya.

Setelah di Lantik akan saya tangani dengan serius dan di dahulukan bagaimana caranya agar Rumah Heri Santoso bisa secepatnya bisa berdiri kembali.

Dan akan dilalukan Pengajuan Rutilahu secepatnya, saya juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu dan membangun Desa Banjar Wangunan. Tegasnya.
(tim)

baca juga

Terungkap, Aliran Dana Demo 21 April Lalu, Diduga dari Kelompok Intoleran

Yeni

Pro Kontra Pemecatan dr. Terawan, SKPPHI: Ada Momentum Terbentuknya Organisasi Dokter Tandingan

Yeni

Konsumen Perum Family Residen, Kelurahan Bedahan Mengeluh Beli Rumah Status Tanah Masih Remang – remang

Yeni