PERISTIWA

Diduga Minim Pengawasan, Proyek Revitalisasi SD Negri 6 di Sorot

DEPOK, Suara Jabar News. Com – Pembangunan program bantuan revitalisasi SDN Depok 6, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok menjadi sorotan publik. Proyek yang disebut menggunakan anggaran lebih dari Rp1 miliar ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta transparansi.

K3 dan Pengawasan Dipertanyakan

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Padahal pekerjaan konstruksi, terutama di ketinggian, memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Selain itu, keberadaan pengawasan dari konsultan maupun pihak terkait pendidikan juga tidak terlihat jelas di lokasi. Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait sejauh mana pengawasan terhadap proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut.

Transparansi Pelaksana Proyek Minim.

Identitas pihak pelaksana atau kontraktor proyek juga tidak terpampang jelas di lokasi.

Papan informasi mengenai nama kontraktor, nilai anggaran, sumber anggaran, serta target waktu pengerjaan belum ditemukan.
Padahal keterbukaan informasi merupakan bagian penting agar masyarakat dapat mengawasi penggunaan anggaran negara.

Kualitas Pekerjaan Perlu Dipastikan

BACA JUGA :   Detik-detik Penangkapan Penendang Sesajen Semeru Hingga Jadi Tersangka

Sejumlah pihak juga mempertanyakan apakah pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan volume pekerjaan sebagaimana tercantum dalam kontrak.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, instansi berwenang diminta segera melakukan pemeriksaan.

Apalagi proyek ini berkaitan langsung dengan fasilitas pendidikan yang akan digunakan siswa dan tenaga pendidik.

Penerapan K3 bukan sekadar formalitas. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta keselamatan konstruksi sudah diatur dalam regulasi pemerintah. Standar tersebut seharusnya diterapkan sejak awal hingga proyek selesai untuk mencegah kecelakaan kerja.

Masyarakat Minta Pemeriksaan.

Warga berharap Dinas Pendidikan Kota Depok bersama instansi pengawas terkait turun langsung memeriksa proyek ini. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan aspek K3, kualitas pekerjaan, volume, dan transparansi pelaksana benar-benar sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait masih perlu dimintai klarifikasi atas sejumlah temuan di lapangan.

Publik menunggu penjelasan resmi agar revitalisasi SDN Depok 6 benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan, sekaligus menjamin keselamatan para pekerja selama proses pembangunan. (Tim)

baca juga

Bangli Pasar Hewan Jalan Juanda di Bongkar Dengan Alat Berat Jadi Rata

Yeni

Penyerobotan Tanah Warga Dijadikan Proyek Turap Diperbatasan Kabupaten Bogor – Kota Depok

Yeni

PT. Andyka Investama Pengelola Metro Stater Depok Diminta Segera Keluar

Yeni