BOGOR, SJNews.com,— Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meresmikan Gereja Kristen Indonesia atau GKI Bogor Barat di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (9/4/2023).
Menko Polhukam didamipingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Wali Kota Bogor Arya Bima dalam peresmian gereja yang dulu disebut GKI Yasmin itu.
Peresmian tersebut sekaligus mengakhiri penantian jemaat GKI Pengadilan Yasmin karena pembangunan gereja tertunda selama 15 tahun.

Gereja yang berada di Jalan KH Abdulah Nuh, Cilendek Barat, ini diresmikan seusai jemaat menggelar ibadah Paskah.
Dalam sambutan Mahfud MD menyebut peresmian ini menjadi bentuk negara wajib hadir untuk menjamin kepastian beribadah bagi setiap umat beragama.
”Negara ini adalah negara yang berdasar konstitusi kebangsaan yang berketuhanan. (Melindungi) Pemeluknya tidak berdasarkan jumlah pengikut, tetapi semua yang memeluk agama sesuai dengan jaminan atau perintah konstitusi,” katanya Mahfud saat acara peresmian.
Izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin telah diterbitkan Pemerintah Kota Bogor pada tahun 2006 saat masa pemerintahan Wali Kota Diani Budiarto di Taman Yasmin, berlokasi 1 kilometer dari lokasi gereja saat ini. Namun, karena mendapat protes dan adanya polemik pemalsuan dokumen, izin pembangunan dicabut pada 2008.
Setelah melalui proses panjang, saat Bima Arya mulai menjabat sejak 2013, politisi PAN ini memilih jalan tengah dengan mencari lokasi baru. IMB di lokasi baru tersebut akhirnya diterbitkan 15 tahun kemudian, yakni Agustus 2021, diikuti dengan peletakan batu pertama empat bulan kemudian.
Mahfud menegaskan, kejadian di Bogor dijadikan sebagai refleksi bahwa negara akan selalu hadir untuk memastikan kebebasan dalam beragama.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, proses panjang GKI Bogor Barat merupakan buah pendekatan komunikasi persuasif. Menurut Tito, cara-cara seperti ini harus dikedepankan sehingga semua pihak yang berkonflik tidak ada yang merasa dirugikan.
”Daerah lain bisa melihat apa yang terjadi di Bogor hari ini. Meskipun tidak sama persis, pendekatan persuasif terbukti ampuh untuk menengahi konflik,” imbuh Tito.
Dia pun meyakini momentum ini menjadi bukti bahwa Bima merupakan tokoh pluralisme yang berani.
“Saya sangat yakin momentum hari ini akan menjadi sejarah dan juga akan menjadi jejak digital yang tidak bisa terhapus di social media, di dunia media sosial ini, bahwa Pak Bima Arya adalah tokoh pluralisme yang berani,” ucap Tito (by)
